Home / Daerah / Anggota DPRD Palangkaraya Kalteng, Yansen Binti Di Duga Korban Politik !!

Anggota DPRD Palangkaraya Kalteng, Yansen Binti Di Duga Korban Politik !!

 

( Foto Caption : Anggota Dewan Yansen Binti duduk di persidangan, Kamis,04/04/2018 )

 

Rajawali Citra News. Com, Jakarta, – Dalam dugaan kasus yang semakin sengit dan tidak ada keputusan kongkrit, dugaan kasus pembakaran yang menimpa Mantan Anggota DPRD di beberapa sekolah yang terletak di Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Kasus tersebut berlarut larut hingga sidang terus berkali kali di lakukan di Pengadilan Jakarta Barat.

Kasus Yansen Binti di duga korban politik dengan lawan politiknya, karna saat itu sedang ada pencalonan di wilayah Kabupaten Gunung Mas Palangkaraya Kalteng sebagai calon Bupati.

“Mereka semua itu berbohong, saya yakin semua kebohongan akan terungkap di persidangan . Karna saya menolak BAP juga saya tau Tuhan Yesus itu tidak tidur, dan saya percaya mujizat akan terjadi pada diri saya dan teman teman di sini. Saya tetap berdoa memohon persoalan ini tuntas “ungkap Yansen Binti saat di wawancarai di dalam Sel tahanan Pengadilan Jakbar, Kamis ( 04/04/2018 )

Selama awal persidangan wartawan Rajawali Citra news. Com terus memonitor jalanannya sidang di Jakbar, banyak kejanggalan dari Tim penyidik Reskrim Mako Brimob Kelapa dua Depok.

Di duga ada nuansa politis maupun bentuk konspirasi jahat dengan skenario yang tengah di revisi.

Menurut Beny Pakpahan, SH. Mengatakan, “Sebagaimana
sanksi pasal 55 KUHP, namun penetapan tersangka pada Yansen Binti merupakan hasil dari keterangan 8 orang saksi tersangka lainnya yang saling berkaitan mengarah pada Yansen yang memerintahkan pada mereka, untuk melakukan pembakaran, saya (Beny -Red) sebagai praktisi hukum tidak menemukan bukti satupun dari mereka, Kami mendapat keterangan dari 8 orang saksi”kata Benny Pakpahan SH saat jumpa pers.

Dia katakan lagi, ” Selama ini peran Yansen Binti selaku pemberi perintah kepada 8 orang itu tidak benar dan semua itu bohong. Semua keterangan dari kinerja para penyidik di duga di anggap bohong, kenapa mereka belum ada bukti yang kuat sudah di BAP apalagi sudah di jadikan tersangka dan  anehnya kenapa para penyidik telah cepat menetapkan  tersangka,” papar dengan tegas.

Berdasarkan pasal 184 ayat (1) KUHP, sangat jelas disebutkan bahwa yang bisa menjadi alat bukti untuk menetapkan tersangka, antara lain; Seperti keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Sedangkan alat bukti penetapan tersangka pada Yansen Binti, hanya berdasarkan dari keterangan saksi 8 orang tersebut.

 

Menurut keterangan BAP dari penyidik di anggap tidak benar. Dan mereka menolak dari keterangam hakim di di tanyakan barang bukti seperti jerigen, minyak, selang, handuk, dan juga sumbu. Keterangan yang di perintahkan dari Yansen Binti.

Dari sekian pertanyaan mengenai esekutor pembakaran tidak menemukan barang bukti maupun petunjuk yang mengarah kepada Yansen Binti selaku pemberi perintah.

 

Tim perwakilan Rajawali Citra News. Com mengikuti persidangan hingga larut malam, segudang kejanggalan semakin terlihat di meja persidangan.

“Acara persidangan ini di lakukan malam hari sangat aneh, dan kenapa tidak di lakukan pada siang hari. Ada apa persidangan di gelar pada malam hari ini” ujar salah satu pengunjung sidang di luar area Pengadilan Jakbar.

Penulis : Joe Feroz

About Rajawali Citra News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KASAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji Mengukuhkan Komandan KRI Albakora 867

JAKARTA , RAJAWALI CITRA NEWS– Tadi pagi sekitar pukul 08.00 Wib  Kasal ...