Home / Internasional / Hari PERS Sedunia ; Kebebasan PERS Masih Di Kriminalisasi Oleh Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab.

Hari PERS Sedunia ; Kebebasan PERS Masih Di Kriminalisasi Oleh Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab.

 RAJAWALI CITRA NEWS.COM
, JAKARTA – Dengan bertepatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day : WPFD), Tanggal 3 Mei 2018 Pukul 20.03 WIB di Jakarta Timur.
Dilema, polemik dan tragedi kriminalisasi terhadap wartawan akhir – akhir ini, seakan tidak begitu menarik menjadi pembahasan para tokoh kita di Indonesia.
Anehnya, sekelas acara Indonesian Lawyer Club (ILC) saja, tidak sedikitpun tergerak untuk menyajikan tema acaranya tentang Kriminalisasi Pers.
Padahal dalam waktu belum lama ini di Kampung sang Pemimpin Redaksi TV One, Karni Ilyas, yakni di Sumatera Barat sudah dua kasus yang sedang menghangat; Jeratan Pidana terhadap Pemimpin Umum/ Penanggungjawab Koran JeJak News atas beritanya dan yang masih hangat Laporan Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat, salah satunya terhadap Redaktur Koran Harian Haluan, yang sama – sama memakai pasal ‘karet’ 310 dan 311 KUHP.
Sebuah berita di www.kompas.com, (3/5/2018) yang baru saja saya baca, bibir sexi ini menggerakkan senyum sumringah yang bercampur rasa miris dihati, dengan judul ‘Hari Kebebasan Pers Dunia 2018 di Gelar di Ghana, Dewan Pers Soroti Soal Berita Bohong’.
Dikutip pula dari pemberitaan itu, bahwa dalam peringatan WPFD kali ini mengangkat tema ‘Besar Kekuatan Verifikasi Data Pada Media, Keadilan dan Aturan Hukum’.
Rasanya tidak usah banyak bahan untuk mengkritisi judul dan tema WPFD tersebut, cukup soal keadilan dan aturan hukum saja dan soal kasus terbaru Ismail Novendra di Padang saja.
Dimana, Surat Pendapat dan Saran Dewan Pers, Nomor: 55/DP/K/X/2017 yang didapat oleh Ismail, tidak lantas membuat dirinya mendapat imunitas sebagaimana yang tercantum pada Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS.
Belum lagi, merujuk Nota Kesepahaman antara Dewan Pers – Kepolisian Republik Indonesia Nomor: 01/DP/MoU/II/2012 dan No: B/15/II/2017 tentang Koordinasi Dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan. Faktanya, kasus Ismail Novendra tetap disidangkan di Pengadilan Negeri Padang hingga saat ini.
Lalu, untuk apa Dewan Pers bicara soal berita bohong? Berita yang sudah mereka verifikasi sesuai prosedur sengketa pemberitaan PERS saja, tidak menjadi perhatian dan pertimbangan proses hukum oleh kepolisian.
Rasanya, terlalu naïf dan terlalu formil jika Dewan Pers berbicara dengan diplomasi, yang faktanya juga hari ini Wartawan dibeberapa daerah masih saja marak dikriminalisasi; baik berhadapan dengan hukum maupun berhadapan dengan otot aparat dan orang – orang yang tidak bertanggungjawab.
Jika perlu kita kutip Wikipedia saja, bahwa kebebasan PERS (freedom of the press) adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan – bahan yang di publikasikan seperti menyebarkanluaskan, pencetakan dan menerbitkan surat kabar, majalah, buku atau dalam material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah.
Jelas, dari kutipan Wikipedia tersebut bahwa kebebasan PERS sudah dijamin secara hukum dan konstitusional.
Namun, faktanya hari ini, hal tersebut rasanya bisa dikatakan hanya mimpi di siang bolong belaka. Karena dengan leluasa perlakuan kriminalisasi terhadap wartawan makin hari, makin menjadi – jadi dan kalau dibiarkan maka akan menjadi kebrutalan terhadap Insan PERS.
Rasanya, tidak perlu berpanjang – panjang soal dilema, polemik dan kriminalisasi pers hari ini, atau mungkin cukup kita mengambil kenikmatan kata – kata indah berikut ini : “…Suatu saat kelak, wartawan sejati akan punah dari muka bumi.
Karena mereka tidak mau mengambil resiko yang tidak dimengerti oleh hukum. Lebih dari itu, boleh jadi yang tersisa hanya wartawan yang menghamba pada penguasa negara, uang dan mafia,” Arya Gunawan (Paradoks Media Sebagai Pilar Keempat Demokrasi).
Penulis  ; Joe Sigar / Red.

About Rajawali Citra News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pelawak Senior GOGON Meninggal Karna Sakit Jantung di Lampung.

JAKARTA , RAJAWALI CITRA NEWS.COm – Pelawak senior Indonesia, Margono atau Gogon, ...