Home / Daerah / Lembaga Evangelist Bangun Bangsa Melahirkan Trio Evangelist Untuk Adakan KKR Perdana di Lubuk Pakam .

Lembaga Evangelist Bangun Bangsa Melahirkan Trio Evangelist Untuk Adakan KKR Perdana di Lubuk Pakam .

Keterangan Foto:
Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis mendoakan anak muda yang sakit saraf otak.

Lubuk Pakam-Rajawalicitranews.Com-
Penginjilan Perdana dilakukan oleh Trio Evangelist yang memiliki hati buat jiwa-jiwa terhilang. Trio tersebut adalah Ev. Janto Djauhari alias Aliang, Ev. Ahap Lim dan Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis.

Pelaksanaan penginjilan mereka dilakukan pada hari Minggu, 11 November 2018 di Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) Jalan Pematang Siantar, Dusun III Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Bernad Lubis telah melahirkan 100 Jemaat yang tidak mampu untuk menjadi jemaat yang siap melakukan Amanat Agung.

Pdt. Bernad Lubis pada saat saat memberikan kata sambutan mengatakan, sangat diberkati dengan cara Tuhan mengutus Trio Evangelist yang memberkati Jemaat

” Kami sebagai Pengurus dan Jemaat Gereja sangat diberkati dengan Pelayanan Bapak Imanuel, Bapak Aliang dan Bapak Ahap Lim (Trio Evangelist)- Sebuah anugerah dari Tuhan yang memilih mereka untuk menyatakan KuasaNya dan menyembuhkan Jemaat yang sakit ditempat ini sehingga menjadi berkat bagi Jemaat” ujar Pendeta yang memiliki satu anak ini.

Dalam Ibadah KKR tersebut maka Khotbah yang dibawakan Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis berkaitan dengan Allah sumber Jawaban yang diambil dari Bacaan 1 Samuel 2:1. Menurut Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis, Allah sanggup memberikan jawaban yang pasti seperti yang Dia lakukan terhadap Hana yang dihina orang banyak karena tidak memiliki anak namun ketika ia berharap kepada Allah dengan mencucurkan airmata maka Allah menurunkan belas kasihan dengan memberikan seorang anak yang menjadi Nabi bagi bangsa Israel.

Evangelist asal Batak itu menegaskan bahwa Allah yang bernama Yesus Kristus yang paling penting dihati kita, di mana Roh Kudus berdiam. Untuk itu, dia meminta Jemaat untuk tidak usah takut menghadapi persoalan yang begitu berat.

Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis lalu menjelaskan tiga hal yang bisa membuat Hidup Kita mendapatkan Jawaban yang pasti dari Allah yaitu Berani bernazar, berserah penuh kepada Allah dan tekun berdoa.

Selesai Firman Tuhan disampaikan maka Ev. Janto Djauhari alias Aliang memberikan kesaksian yang memberkati jemaat dimana dia menceritakan pengalaman hidupnya dari pengikut kuasa gelap menjadi pengikut Kristus.

“Hidup saya ini bertobat karena Tuhan memilih saya, tidak gampang saya menjadi pengikut dewa malah sekarang Tuhan Yesus tangkap saya menjadi alatNya untuk memberitakan Injil bahkan Allah memberikan Kuasa Mujizat untuk menyembuh orang-orang sakit”, Ujar Evangelist Janto Djauhari dengan yakin.

Ev. Janto Djauhari kemudian berbicara tentang bagaimana jika orang yang sudah dipilih Tuhan harus menjadi saksi dunia bukan mengumpulkan harta yang bisa membuat kita kikir. Menurut Ev. Janto Djauhari mengatakan bahwa orang kikir tidak layak masuk Kerajaan Sorga dan sekarang waktunya berbuat kasih kepada sesama.

“Saya bukan Pendeta dan tidak bersekolah teologi tetapi saya diajarkan Roh Kudus untuk mengerti Firman Tuhan sehingga mulut saya tidak berhenti bersaksi bahwa Yesus itu Tuhan yang menyelamatkan hidupku,” tegasnya kepada Jemaat yang hadir.

Ev. Janto Djauhari menambahkan hidup kita ini dapat dijaga dan dirawat melalui Pembacaan Firman Tuhan dan pelayanan. Janto Djauhari mendesak jemaat untuk memeriksa hati nurani mereka, apakah mereka sudah bertumbuh dalam pembacaan Firman Tuhan, memberi pakaian, menghibur mereka yang sedih hati dan mendoakan orang sakit.

Diakhir Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) tersebut, Ev. Ahap Lim mengatakan bahwa dia tidak menyangka ada kuasa Allah terjadi dalam acara tersebut karena itu ketika Tuhan yang menyuruh dia datang melayani jiwa-jiwa terhilang maka dia tidak berani menolak.

“Saya diutus Tuhan untuk datang ke gereja ini dan pada saat saya masuk ke gereja ini hati saya terharu karena di Medan saya beribadah ditempat yang nyaman namun pada saat saya hadir disini saya menangis karena Jemaat mau berjalan kaki datang kesini walaupun kondisi gereja yang belum selesai dibangun, Gereja yang belum selesai dibangun dan tidak ada ac namun pengurapan dan Kuasa Allah telah terjadi ditempat ini, sungguh menajubkan” ungkapnya dengan penuh terharu.

Ev. Ahap Lim menambahkan perkataannya agar jemaat jangan berputus asa melainkan selalu berharap kepada Allah yang memberikan jawaban yang pasti seperti yang disampaikan Firman Tuhan oleh Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis dalam khotbahnya.

“Mari kita lakukan Firman Tuhan seperti yang disampaikan anak muda yaitu Ev. Imanuel Ebenhaezer Lubis dan kesaksian Ev. Janto Djauhari karena mereka adalah penginjil yang memberikan contoh hidupnya selalu berharap kepada Yesus dan tidak mengandalkan manusia,” jelas penginjil yang juga sebagai pengusaha sukses ini.

Terkait pelayanan yang mereka lakukan maka hal itu menjadi pelayanan KKR perdana bagi Trio Evangelist dan akan dilanjutkan pada hari Minggu, 18 November di Sedikalang, Kabupaten Dairi yang dihadiri oleh Serikat Tolong Menolong (STM) Pelajar, Medan terdiri dari para jemaat Gereja HKBP Pelajar Medan.

Trio Evangelist ini berharap agar Tuhan terus memberikan keberanian untuk terus memberitakan Injil dan setelah Injil diberitakan keseluruh dunia maka tibalah kesudahannya dan mereka selalu menantikan agar Tuhan Yesus memberikan mahkota kehidupan.

Semangat terus Trio Evangelist yang berada dalam naungan Evangelist Bangun Bangsa.

( Jonathan F.)

About Rajawali Citra News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

DIONO Traverze Super Compact Troli Modern dan Tahan Banting.

JAKARTA , RAJAWALI CITRA NEWS.COM – Untuk menjelajahi berbagai tempat wisata setelah ...