Home / Ekonomi / Pemilik Kios Wisma Sawah Besar Menolak Keras di Bongkar.

Pemilik Kios Wisma Sawah Besar Menolak Keras di Bongkar.

 

RAJAWALI CITRA NEWS. COM,  JAKARTA,  Belum lama ini pusat onderdil Wisma Sawah Besar jalan Sukarjo Wiryopranoto Jakarta Pusat menolak untuk di bongkar.  Sebagian yang rata rata pemilik / owner kios menolak keras atas pembongkaran tanpa prosedur dari Dinas P2B Kecamatan maupun Provinsi DKI Jakarta.

Para pedagang di intimidasi dengan cara mematikan lampu PLN ,memasang pagar seng di sisi bangununan, dan membongkar tembok di jalur lintas jalan kaki.

Kini ratusan Kios Pedagang pusat onderdil mobil terancam Dibongkar tanpa prosedur yang berlak,dan melanggar peraturan Pemda DKI Jakarta. Padahal mereka sudah mendapat payung hukum yang syah dari pemerintah Kota DKI Jakarta pusat.

“Kita tetap akan memperjuangkan tempat ini, karna kita sudah berdagang selama puluhan tahun. Kita menolak pembokaran tanpa ada kordinasi maupun pemberitahuan  dengan para pemilik yang berdagang di sini.  Kita ingin keadilan di tegakan bukan menindak sendiri yang menyalahi peraturan”kata  Salim, Saat di temui  Reporter Rajawali Citra news. Com ,  Senen,   (19 /03 /2018).

Namun Putusan PK 385 PK/Pdt/2008 tidak di tanggapi maupun di respon oleh Pengelola Gedung, selaku dari PT. Muzatek Jaya.

Dari utusan PK yang diajukan Penggugat Arman Setiadi Dkk melawan PT. Muzatek Jaya yang berbunyi ; menyatakan secara hukum penggugat adalah pemegang/pemilik yang sah atas HGB no 1116,1117,1118 Desa Kebon Kelapa yang terletak di Jalan Sukarjo Wiryopranoto no. 30-36 Jakarta Pusat.

Para pemilik kios pedagang onderdil yang sudah menempati puluhan tahun merasakan kecewa atas perlakuan sewenang wenang dari Cipta Karya (P2B) yang memberikan izin membokar kepada PT. Muzatex Jaya,yang tidak kordinasi maupun tanpa pemberitahuan.

Dari pantauan reporter di lokasi kejadian para pedagang yang sebagian owner menunjukan bukti surat PBB ( Pajak Bangunan)  , Surat kepemilikan dan surat hak milik bangunan ( HGB ) yang telah mereka miliki sebagai bukti kuat.

” Kami punya bukti surat surat yang lengkap dan HGB  masih sampai tahun 2021, tapi sekarang kenapa ingin dibongkar ” ujar Wdia, salah satu berdagang.

Sementara itu  Asosiasi Pedagang Onderdil Mozatek (ASPOM) sepakat menolak pembongkaran kios yang ada sepanjang di Wisma Sawah Besar. Gambir Jakpus.

” Coba lihat, kita yang mempunyai kios dilantai bawah, sementara pembongkaran kios dilantai atas dengan menggunakan Becko. Kalau puing-puing dari lantai atas menimpa para pedagang yang dibawah siapa yang bertangggung jawab? kenapa pihak Pemda DKI tidak ada yang mengawasi? ” ungkap Johan salah satu Pengurus ASPOM.

Salim mengatakan lagi, ” mereka sepertinya dipaksa segera angkat kaki dari kios tersebut. Secara berlahan-lahan kita diusir. Dari aliran listrik, air semua sudah diputus. Padahal sekitar lebih kurang 400 pedagang yanga dibawah naungan ASKOM mengandalkan penghasilan dari. berdagang disini” papar Salim membeberkan.

” Kami sudah lama menetap berdagang onderdil sejak tahun   70an disini. Kita semua punya HGB dimana perpanjangan HGB sampai thn 2021 sudah dikeluarkan oleh BPN Jakarta Pusat. Pihak dari Pengelola sebagai pemilik lahan harusnya terbuka dong berapa besar biaya yang kita tanggung atas perpanjangan HGB tersebut bukan hanya main bongkar begitu saja ,” tegas Salim sambil mengebu ngebu.

Hal lain di temui,  Pengacara perwakilan dari Pedagang, JJ Siregar, SH menegaskan akan terus melawan dan mengupayakan agar hak-hak kliennya dalam hal ini para pedagang diberikan, yang paling utama hak berdagang tapa ada intimidasi”.ujarnya.

Di imfokan para owner Wisma Sawah Besar mengadukan hal ini kepada Ombusdman, KOMNAS HAM dan Gubernur DKI Jakarta untuk menghentikan atau membatalkan izin yang telah dikeluarkan untuk pelaksanaan pembongkaran yang dilakukan oleh PT. Muzatex Jaya maupun pihak ketiga sampai ada titik temu antara pedagang dan pengelola gedung, PT. Mozatex Jaya.

” Dalam minggu ini kita akan melakukan aksi damai mendatangi Gubernur utk segera mendengarkan aspirasi para pedagang, ujarnya

Pantauan team media, bahwa sekitar gedung bahkan hingga kedalam gedung dilantai dasar puing-puing banyak berserakan didepan kios para pedagang. Bahkan salah satu bagunan yang menurut informasi dari pedagang bahwa bangunan tersebut adalah Kantor PT Mozatex Jaya sudah sangat mengancam keselamatan jiwa para pedagang maupun pembeli saat melintas dibawah bangunan tersebut.

 

Hal ini dikarenakan kemiringan bangunan yang telah dibongkar sebahagian tersebut suatu waktu dapat menimpa orang yang melintas dibawahnya.

Suasana gelap, becek dialami para wartawan yang turun langsung ke lokasi pembongkaran. Padahal, puluhan kios masih melakukan aktifitas jual beli namun dengan penerangan lilin maupun alat seadanya pedagang masih terus bertahan sampai tuntuntan mereka dipenuhi.

Tim wartawan saat meninjau di lokasi untuk konfirmasi kepada PT Mozatek Jaya namun tidak seorangpun dapat di jumpai. Dan belum dapat dilakukan karena Pimpinan PT Mozatek Jaya maupun pelaksana pembongkaran kios pedagang tersebut sulit untuk ditemui wartawan.

Penulis. : Jojoe

 

 

Editor. : Darius Manurung.

About Rajawali Citra News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KOSÉ COSMEPORT Dari Jepang Produk Terbaik Untuk Wanita Indonesia.

JAKARTA , RAJAWALI CITRA NEWS.COM – Negara Jepang kini meluncurkan produk  KOSÉ ...